Suhairi Mangkir Lagi Sidang Dugaan Korupsi PLTG Tanjabar

KUALATUNGKAL – Sidang dugaan korupsi pembangunan PLTG makin panjang. Pasalnya, salah satu saksi kasus yang merugikan negara Rp 7 miliar itu kembali mangkir Kamis (18/01) kemarin.

Sidang lanjutanan kasus tindak pidana korupsi PLTG dengan terdakwa Drs H Bambang Sutedjo dan Muhammad Irayani, SP, kemarin terpaksa ditunda, karena saksi Suhairi Siregar kembali tidak hadir untuk panggilan sidang. Mangkirnya Suhairi ini sudah terjadi empat kali.

Suhairi Siregar dihadirkan dalam sidang dalam kapasistasnya sebagai salah satu pemilik saham di PLTG. Sesuai dengan surat keterangan dokter dari RS Budhi Graha Jambi, saksi  tidak hadir karena alasan sakit.

Pada sidang yang dipimpin oleh Dulaimi, SH itu, awalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fernando Simbolon, SH didampingi Junaidi, SH meminta agar pihaknya membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari  saksi.

Namun, pengacara kedua terdakwa yang diwakili Wajdi, SH keberatan. Wajdi meminta agar saksi itu tetap dihadirkan dalam sidang demi kebenaran materil, jika hanya dibacakan hasil BAP akan merugikan kliennya. “Kami keberatan karena saksi belum disumpah. Kalau diperiksa kita bisa menguji keahliannya seperti ahli BPKP pada sidang sebelumnya  justru membela terdakwa,” kata Wajdi.

Ia mengaku kecewa JPU tidak maksimal menghadapi sidang. Seharusnya tiga kali tidak datang saksi bisa dijemput paksa. Malah ini sudah panggilan sampai enam kali, maksimal tiga kali. Ada apa dengan JPU?” tanya wajdi.

Wajdi menegaskan semestinya JPU yang membawa ke dokter yang ditunjuk jaksa. “Kami sudah mengajukan keberatan kepada hakim. Minggu depan adalah kesempatan terakhir, kalau tidak hadir juga, sidang tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Sementara  hakim memahami permintaan pengacara terdakwa. Dulaimi  meminta JPU berupaya sekali lagi untuk menghadirkan para saksi itu, karena sudah dipanggil beberapa kali  tidak datang. “Untuk saksi  itu, dihadirkan pada sidang pekan depan,  Kamis,” kata Dulaimi.

Menanggapi permintaan hakim dan pengacara terdakwa JPU, Fernando Simbolon, SH mengatakan, bahwa pihaknya semaksimal mungkin  berusaha menghadirkan saksi tersebut pada sidang selanjutnya. “Sudah kita panggil dan kirim surat ke alamatnya karena alasan sakit maka tidak bisa hadir. Ini ada suratnya dari dokter RS Budhi Graha, dia sakit ginjal dan akan berobat ke Malaka,” ungkap Simbolom sambil menunjukkan suratnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Kebenaran surat itu kata Simbolon akan dipelajari dan setelah itu pihaknya akan menentukan sikap. “Pemanggilan paksa dilakukan jika saksi dipanggil hingga tiga kali secara berkala tidak memberikan alasan. Jika ada alasan tentu kita pelajari. Nanti kita akan  turunkan tim untuk mengecek kebenarannya,”tegas Simbolon.(zir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: