Pemadaman Listrik Ganggu Pelayanan Rumah Sakit

TERGANGGU: Pelayanan medis dan nonmedis di RUSD KH Daud Arif Kualatungkal terganggu akibat pemadaman listrik bergilir oleh PLN.

KUALATUNGKAL – Pemadaman listrik secara bergilir di Kota Kualatungkal sangat dikeluhkan warga dan mengganggu pelayanan medis-nonmedis di RSUD KH Daud Arif Kualatungkal. Para dokter khawatir listrik padam saat melakukan operasi, karena berakibat fatal terhadap pasien.

“Pemadaman bergilir oleh PLN telah membuat RSUD kekurangan arus, sehingga pelayanan pun terganggu,” ujar Direktur RSUD KH Daud Arif, Harmonang, kepada Jambi Ekspres, Kamis (28/1) kemarin.

Pemadaman ini merupakan dampak dari rusaknya dua mesin diesel PLN Cabang Kualatungkal sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan listrik ke rumah pelanggan. Imbasnya, terjadi pemadaman bergilir dari tiga jam sekali menjadi empat jam sekali.

Adanya pemadaman ini, menurut Harmonang, selain mengganggu pelayanan RSUD juga membuat peralatan mereka terancam rusak lantaran turun-naik. Untuk mengatasainya, pihaknya berusaha menggunakan genset yang ada.

Penggunaan genset untuk menggantikan daya listrik PLN, jelas Harmonang, tidak bisa mencukupi karena daya yang dibutuhkan cukup besar. Jika menggunakan genset, lampu di kamar pasien bisa hidup, tapi jika peralatan medis beroperasi (seperti di ruang operasi dan instalasi lainnya) maka terpaksa terjadi pemadaman beberapa lampu karena kurangnya daya.

“Kami ada genset, tapi tak dapat mengatasi keselurahan karena daya yang dibutuhkan cukup besar, sedangkan genset cadangan masih diperbaiki,” katanya.

Harmonang berharap PLN dapat memberikan prioritas bagi RSUD KH Daud Arif Kualatungkal, sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi pasien. “Kami harap persoalan ini dapat diatasi PLN,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua YLKI Cabang Kualatungkal, H Dedek Kurniawan SIP. Dia berharap PLN bisa mengatasi krisis listrik yang terjadi, sehingga pelayanan publik di Kualatungkal tidak terganggu. Menurut Dedek, berdasarkan informasi yang diterimanya dari PLN, akan terjadi pengurangan intensitas pemadaman. “Sebelumnya terjadi tiga hari hidup dan semalam mati (3:1), sekarang menjadi empat hari hidup dan semalam mati (4;1),” kata Dedek.

Meski begitu, YLKI berharap PLN menepati janjinya untuk menormalkan kembali listrik 100 persen. Disamping itu, pihaknya menyadari mesin-mesin PLN adalah mesin-mesin tua. PLN beralasan belum tercapainya listrik menuju normal, disebabkan mesin andalan yang digunakan yakni SWD belum bisa dioperasikan karena masih belum ditemukan gangguannya. Liner-nya masih tergores dan ini perlu dianalisa ahli.

“PLN akan memanggil ahli dari pabriknya di Jakarta. Mudah-mudahan ini tidak terlalu lama,” kata Dedek, sambil memperlihatkan isi SMS dari pihak PLN.

Sayangnya, ketika Harian ini akan mengkonfirmasikan langsung, Kepala PLN Cabang Kualatungkal tidak bisa dihubungi. Menurut stafnya, beliau sedang ada rapat dan belum bisa dikonfirmasi.

(zir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: