Korban Trafficking Disekap 4 Hari – Harga Perawan SMP Rp 1 Juta
Written by Chairul Anwar
Wednesday, 27 January 2010
Polres KPPP Belawan berhasil menyelamatkan kakak beradik RH dan E, pelajar SMP salah satu perguruan swasta di Medan Marelan yang menjadi korban trafficking, dari sebuah rumah persembunyian mereka di Pasar III Kelurahan Rengas Pulau Medan Marelan.

Dua kakak beradik warga Kelurahan Tanah Enamratus Kecamatan Medan Marelan itu sempat disekap oleh dua pria yang diduga oknum TNI yang bertugas di Belawan selama 4 hari. E sang adik yang masih perawan dihargai Rp 1 juta, sedangkan sang kakak RH mendapat Rp 700 ribu selama melayani nafsu birahi kedua oknum tersebut.
Keterangan yang diperoleh Global, terperosoknya dua pelajar yang masih duduk di kelas I dan III SMP itu menjadi korban tarficking, setelah ada tawaran dari teman-teman korban, Riz, Deb dan San  yang menyebutkan ada oknum aparat di Belawan yang ingin mengajak mereka kencan dengan imbalan Rp 10 juta.
Kedua gadis yang hidup dari keluarga miskin dan mengaku belum membayar uang sekolah selama 6 bulan itu, tergiur dengan tawaran tersebut. Mereka menghitung-hitung uang yang akan mereka terima dapat membayar uang sekolah dan memberi HP Blackbery yang kini sudah tren digunakan oleh kalangan remaja. Ternyata, impian Rp 10 juta yang didambakan kedua gadis belia itu hanya tipu muslihat belaka. Mereka malah disekap untuk melayani pria berpangkas cepak itu di lokasi hotel yang berpindah-pindah di Belawan maupun Medan. RH mendapat Rp 700 ribu, sedangkan adiknya diberi Rp 1 juta.
Kapolres KPPP Belawan AKBP Endro Kiswanto didampingi Kasat Reskrim AKP Doni Alexander Sik ketika dikonfirmasikan Global, Selasa (26/1) mengatakan terbongkarnya kasus trafficking tersebut setelah adanya laporan M Ridwan (42).
Sebelum mengadu ke Polres KPPP Belawan, Ridwan telah berusaha mencari anaknya yang telah meninggalkan rumah selama sepekan lebih. Ridwan yang mendapat kabar kedua putrinya yang masih SMP itu berada di Pardede Cottage Internasional yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Raya Belawan.
Ridwan mencoba menemui dan membawa anaknya pulang, namun sejumlah oknum menghalanginya. Kedua putrinya itu pun dibopong dua orang pria tak dikenal hingga hilang dari pandangannya.
Penyelidikan pun dilakukan hingga polisi berhasil menemukan kakak beradik itu. Selanjutnya petugas juga menangkap Erwin (27) penarik ojek warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enamratus dan Riz (17), Ded (17) serta San  (17) yang masih berstatus sebagai pelajar, Sabtu (23/1) dinihari.
Mengingat ada tiga pelajar yang terkait dalam keterlibatan “penjualan” RH dan E, Polres KPPP Belawan hanya menahan Erwin sang penarik ojek yang lebih banyak berperan. Sedangkan Riz, Ded dan San penahanannya ditangguhkan karena harus bersekolah dan dikenakan wajib lapor.
Soal keterlibatan oknum TNI yang disebut-sebut oleh tersangka Erwin, pihak Polres KPPP Belawan telah melakukan koordinasi dengan pimpinan oknum tersebut.
“Kalau hasil pemeriksaan nantinya benar ada keterlibatan oknum TNI, maka kita meminta pimpinan oknum tersebut untuk memproses yang bersangkutan,” ujar Endro.
Hingga Selasa sore, kedua kakak beradik yang menjadi korban trafficking itu masih dimintai keterangan di Polres KPPP Belawan.
Secara terpisah, Erwin saat ditanyai Global mengatakan, dirinya hanya mengantarkan kedua pelajar SMP itu kepada MKR oknum TNI yang menunggu di sebuah warung bandrek di Belawan.
“Saya hanya memperoleh ongkos ojek dari MKR yang memesan minta dibawakan cewek ke warung, sedangkan yang mencarikan kedua gadis itu, adalah Riz, Ded dan San,” sebut Erwin yang mengaku sering mendapat “orderan” membawa wanita malam pesanan pria hidung belang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: